June 14, 2007

Tiga Penjahat

Tengah malam jumat kliwon, tiga orang penjahat kelas kakap yang menjadi musuh bebuyutan wiro gambleng berkumpul di sebuah rumah tua, milik seorang pengusaha tua yang sedang pergi melihat bini tuanya yang lagi hamil tua.Ketiga penjahat ini memiliki julukan yang menggemparkan dunia persinetronan (ehh..salah_maksudnya dunia persilatan kala itu). Yang paling tua dan bringas dipanggil dengan si brewok dari gua setan. Yang kedua si muka rata dan ketiga si tangan satu (tangan sebelahnya sering suka ngupil..makanya jarang dipakai).
Sebagai penjahat tertua, si jenggot merasa dah saatnya mereka harus menunjukkan kekuatan mereka masing-masing (show of the power). Tanpa banyak babibu..si jenggot dalam hitungan menit hilang dan kembali dengan muka yang penuh darah sambil tertawa mengatakan.."lihat, desa seberang sudah saya pukul rata dengan tanah. Semua penduduknya mati dalam hitungan menit"KEdua penjahat itu terdiam ketakutan karena wajah si brewok penuh dengan darah yang meleleh dari tangan dan senjatanya. Tapi senyuman si brewok dibalas si muka rata dengan menghilang dan kembali dalam hitungan beberapa satu menit. Tampang muka ratanya penuh dengan darah dan memegang golok yang penuh dengan darah. Sambl tertawa terbahak-bahak, ia memamerkan senjatanya dan menunjukkan desa yang lain yang baru saja dibakarnya. Si tangan satu, penjahat yang paling muda gak mau kalah dengan senior-seniornya. Dalam hitungan detik pergi dan kembali dengan wajah yang lebih menyeramkan dari kedua penjahat sebelumnya. Ini membuat kedua penjahat sebelumnya angkat tangan dan salut dengan ketangkasan dan keberanian di tangan satu. Dengan wajah yang penuh luka, si tangan satu bertanya kepada kedua penjahat sebelumnya. "Kalian liat gak tiang besi yang ada di depan sana??"
Kedua penjahat menjawab dengan nada ketakutan. "Lihat..disana memang banyak anak muda yang ngumpul, apa kamu telah membunuhnya dengan sangat sadis juga?"
"Tapi aku gak melihatnya"??jawab si tangan satu